Tampilkan postingan dengan label elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elektronika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

PENYEBAB TRAFO CATU DAYA PANAS (OCL)

PENYEBAB TRAFO CATU DAYA PANAS (OCL)


Posting kali ini membahas mengenai penyebab trafo catu daya khususnya pada amplifier audio OCL mengalami panas berlebihan, tidak memandang maker trafo tetapi berlaku untuk semua trafo dengan membandingkan penggunaan trafo.

-by'pitunx.blogspot.com

Secara umum, trafo digunakan untuk mengubah tegangan baik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah maupun sebaliknya. Dibeberapa perangkat, amplifier OCL menggunakan trafo sebagai komponen utama untk mengubah tegangan jala AC menjadi tegangan kerja. Setiap trafo memiliki kapasitas yang disebut dengan VA, atau secara umum yang digunakan dalam kasus ini adalah Ampere (A) satuan arus listrik yang tersedia pada output trafo. Misal, suatu trafo tertulis 5A, artinya output trafo tersebut pada tegangan p adalah 5A maksimal. Dikatakan maksimal, karena nilai arus dapat menurun bila effisiensi trafo juga menurun akibat panas yang dihasilkan trafo itu sendiri.

KENAPA TRAFO PANAS?
Secara teori, efisiensi trafo bisa mencapai 98% tetapi hal tersebut sulit didapatkan, sesuai rumus efisiensi trafo.


Pada transformator, energi listrik pada kumparan primer (energi masukan) dipindahkan ke kumparan sekunder (energi keluaran) melalui induksi elektromagnetik. Sebagian energi tersebut berubah menjadi energi panas akibat adanya hambatan pada kawat dan arus induksi pada inti besi.
Seperti kita ketahui, sifat dari hambatan adalah mengurangi arus yang timbul atau melalui komponen tersebut dengan cara membuangnya dalam bentuk panas atau biasa disebut Disipasi panas. Arus induksi yang timbul ini disebut arus putar atau arus Eddy. Agar hilangnya energi akibat arus Eddy dapat dikurangi, maka inti transformator dibuat dari sekumpulan lempengan-lempengan besi lunak yang disatukan, keluaran dibandingkan dengan energi masukan pada transformator, kita dapat menggunakan istilah efisiensi. Jika semakin besar efisiensi sebuah transformator, maka semakin sedikit energi listrik yang terbuang dari transformator menjadi energy panas. Sebaliknya semakin kecil efisiensinya, maka semakin besar energi listrik yang berubah menjadi energi panas. Karena energi keluaran tidak mungkin melebihi energi masukan, maka harga efisiensi maksimum transformator adalah 100% (secara teori).

BAGAIMANA DENGAN TRAFO PADA CATU DAYA AMPLIFIER AUDIO?

Dalam dunia amplifier audio, banyak kita jumpai kasus trafo mengalami panas saat amplifier dioperasikan, terutama saat dioperasikan pada posisi 50% volume keatas. Bila pada saat amplifier disetel pada posisi high atau maksimal (hal ini bersifast relative, tergantung penggunaan trafo dan kapasitas amplifier) maka hal ini membuat catu daya untuk mengeluarkan arus lebih besar. Penggunaan arus yang besar ini melalui trafo yang memiliki hambatan, dimana semakin besar arus yang dilewatkan hambatan tsb maka semakin besar pula disipasi daya yang terjadi. Pada beberapa kasus, bila catu daya yang mensuplai amplifier kurang memadai maka bisa didengar dari kualitas suara yang terdengar sember karena pada frekuensi rendah mengalami distorsi (cacat gelombang) yang terjadi karena overgain (yang sebenarnya arus tidak cukup besar untuk dilewatkan pada transistor) serta terjadinya pelemahan untuk menggerakkan membran speaker karena arus output perbandingannya lemah terhadap speaker. Hal inilah yang menyebabkan bagaimana trafo catu daya mengalami over heat.

catu daya
catu daya
Sehingga, secara umum solusinya adalah harus mengganti trafo dengan kapasitas Ampere lebih besar sehingga penggunaan daya lebih kecil pada trafo tersebut. Terlebih bila amplifier sudah dimodifikasi pada final transistor, tentu lebih besar dalam mengkonsumsi arus catu. Tapi, untuk menghemat tempat dan faktor efisiensi, jauh lebih baik bila menggunakan catu daya switching. Yaitu catu daya yang bekerja menghasilkan arus DC dari pencacahan gelombang AC yang disearahkan terlebih dahulu. Arus yang dihasilkan pun jauh lebih bersih (ripple/ noise kecil) dan tersedia untuk beragam arus (Ampere) mulai dari 1A hingga 20 A yang akan saya bahas di lain kesempatan.
Atau, mungkin sobat blogger tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai elektronika arus lemah bisa lihat disini. Sobat blogger bisa belajar lebih banyak mengenai power supply dan tutorial lengkap.

Senin, 13 Mei 2013

Jenis Kerusakan Amplifier OCL dan Penyebabnya

Jenis Kerusakan Amplifier dan Penyebabnya

by' pitunx.blogspot.com




gb.1


Amplifier merupakan sistem penguat. Ada banyak jenis amplifier audio yang digunakan untuk mendapatkan kualitas audio yang lebih baik dan mantap untuk diperdengarkan sinyal audio nya. Salah satunya adalah sistem amplifier OCL (output capasitor less). Jenis OCL mengandalkan kapasitor sebagai kopling untuk kontrol umpan sinyal audio sehingga disebut dengan OCL. Kelebihan sistem OCL ini mampu menghasilkan kualitas audio yang bersih, tidak rentan terhadap noise karena bersifat capasitif sehingga mampu menekan noise atau proses filterisasi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem kopling transformator. 

Dalam penggunaan amplifier, dalam beberapa kasus terjadi masalah yang mengganggu kualitas audio keluaran, mulai dari treble over,bass pecah/sember,trafo panas,transistor over heat,suara dengung cukup besar muncul bersamaan dengan suara audio,dan lain2 serta beberapa hal terjadinya kerusakan amplifier mulai dari muncul dengung sebelum ada sinyal audio, resistor daya over heat hingga amplifier mati total (matot!!!).

Untuk itu, beberapa hal diatas saya bahas sebagai berikut.

Gangguan kualitas suara Amplifier

treble over, bass pecah / sember

1. Perhatikan kualitas speaker, apakah impedansi (Z-Ohm) dan daya (Watt) nya sudah sesuai dengan amplifier yang digunakan. Impedansi disini untuk menyesuaikan sinyal audio speaker yang dihasilkan. Untuk ruangan tertutup seperti kamar atau rumah, biasanya digunakan impedansi 8 Ohm. Untuk mobil bioasanya 4 Ohm dan untuk Luar ruangan (terbuka) biasanya 16 Ohm.

2. Cek audio input yang dihasilkan dari pre-amp atau audio source serta pengaturan tone controll atau equalizer yang digunakan. Terlebih jika menggunakan BBE atau buffer audio. Perhatikan setelannya, karena over gain yang terjadi justru membuat cacat pada driver amplifier sehingga sinyal cacat yang dikuatkan akan menghasilkan sinyal audio yang cacat pula. Contoh, setelan volume terlalu besar, pengaturan terlalu tinggi dsb.

3.  Cek catu daya yang digunakan untuk suplai amplifier, apakah sudah mumpuni atau belum. Bila sobat menggunakan speaker yang berkualitas dengan diameter besar (10 Inch - Audax,dsb) maka catu daya sebesar 5A tentu akan membuat kualitas bass menjadi buruk karena arus tidak cukup untuk menghantam membran. Bila catu daya sudah cukup besar, maka dibalik,bagaimana dengan kualitas speaker yang digunakan, apakah sudah mumpuni dengan daya keluaran amplifier.


Suara yang dihasilkan bercampur dengung

1. Pada beberapa kasus, dengung ini ditimbulkan oleh carrier sinyal yang membawa sinyal audio dari driver. Sinyal carrier yang dihasilkan catu daya ini tidak terbentuk dengan rata sehingga membawa noise yang merusak sinyal audio keluaran. Bila menyinggung masalah kerataan sinyal, maka kita bicara masalah filter. Dan disini, filter tersebut adalah kapasitor elektrolit atau Elco. Elco menyaring arus dan riak2 DC. Bila terlalu kecil, proses filter yang dihasilkan tidak sempurna sehingga sinyal kotak masih ada serabut2nya. Dan pada umumnya, penggantian Elco utama dengan nilai lebih besar akan menyelesaikan maslah ini. Biasany, dengan arus 10 Ampere, digunakan Elco sebesar 10.000 uF sampai 20.000uF.2. Terjadi masalah pada driver amplifier. Pada banyak kasus, transistor driver mengalami penurunan efisiensi sehingga mengakibatkan penurunan fungsi dan terjadinya kebocoran arus DC dan membuat sinyal audio cacat. Solusinya adalah dengan mengecek satu - persatu transistor driver pada input amplifier dan mengganti dengan yang kondisinya baik.


Berikut beberapa jenis kerusakan pada amplifier dan penyebabnya,

mati total

Langkah perbaikan :

Periksa bagian Jala Sumber
-periksa hubungan atau tegangan masuk pada kabel catu daya
-periksa fuse (sekering) jika putus gantilah dengan fuse yg baru
*jika kedua bagian tersebut masih bagus,


Periksa bagian power suply 
-ukur tegangan AC output trafo (+/-/0) dan pastikan ada, jika tidak ada maka cek hubungan kabel dan ukur tahanan trafo


-ukur pula tegangan DC pada diode atau elco besar dan pastikan ada arus DC yang keluar
-jika tidak ada tegangan maka di pastikan salah satu dioda pada power suply ada yg rusak / short*)

suara dengung tajam (belum diberi sinyal input / volume posisi '0')

Penyebab :

-Dalam kondisi amplifier ON, cek tegangan DC pada output speaker
 jika kondisi ada tegangan, berarti ada kebocoran arus,dengan kemungkinan sbb:


-Transistor penguat akhir bocor (OCL amplifier).Biasanya jenis TIP41,D313,2N,2SC,2SA, dll
-IC soak (IC amplifier bagian driver)
-Kabel ground putus atau interkoneksi terhadap input blok (tonecontrol)
-Resistor fuse output putus karena over gain
-Elco ada yang bocor atau short

trafo catu daya panas


Penyebab :
-Dioda penyearah pada rangkaian catudaya tidak sesuai tehadap arus trafo.
-Daya pemakaian (Watt) melampaui kapasitas normal trafo (setel volume maks)
-Sistem Pendingin yang kurang baik sehingga terjadi pemborosan daya (down effisiensi)


resistor daya panas


Penyebab :
-Transistor driver rusak (A933,C945 dsb)
-Elco bocor


Pada rangkaian OCL, TIDAK DIPERBOLEHKAN ARUS DC KELUAR PADA OUTPUT SPEAKER sebelum diberi input sinyal masukan. Frekuensi keluaran = 0 (sifat DC).




*)[baca : cara mengukur komponen elektronika]

repair sendiri pc mu